Build Better Ready Faster
🇺🇸 EN

Consult Now

Build Better Ready Faster

Consult Now

Build Better Ready Faster

Consult Now

/

AMODA Case Study: Renovasi Resort di Pulau Terpencil Tanpa H...

AMODA Case Study: Renovasi Resort di Pulau Terpencil Tanpa Hentikan Operasional Bisnis

Business Inspo

Murex Bangka Resort

“AMODA berhasil mewujudkan kebutuhan spesifik kami dengan presisi tinggi, tanpa mengganggu operasional resort maupun kenyamanan para tamu yang sedang berlibur. Sekaligus pemilihan material yang tahan terhadap korosi air laut dan cuaca ekstrem pulau.” 
- Angelique Batuna, Direktur Murex Bangka Resort


Dilema Klasik di Tepian Pulau Remote Area

Pengiriman Bangunan Modular AMODA

Di balik ketenangan perairan Selat Bangka, Sulawesi Utara, yang tidak jauh dari Selat Lembeh, kiblat utama macro dan muck diving, terdapat realitas bisnis hospitality yang penuh tantangan. Murex Bangka Resort adalah resort pelopor dengan 15 cottage yang telah beroperasi hampir dua dekade melayani penyelam internasional. Resort ini sampai pada titik kritis: 3 unit cottage pantainya harus dibongkar dan dibangun ulang total (total rejuvenation) menjadi Premium Oceanfront Cottage berukuran 82,9 m², sementara 12 cottage lainnya tetap harus beroperasi melayani tamu.


Membangun ulang 3 cottage mungkin terdengar sederhana. Namun, di lokasi terpencil seperti Pulau Bangka, metode renovasi resort yang dipilih akan sangat menentukan. Konstruksi modular, yang memindahkan sebagian besar proses ke pabrik, memangkas waktu kerja di lokasi dan memungkinkan resort tetap menerima tamu selama pembangunan berlangsung.


Risiko renovasi jangka panjang terhadap bisnis

Berdasarkan informasi dari klien, kontraktor konvensional memberikan penawaran dan komitmen untuk menyelesaikan proyek dalam 9–12 bulan, dengan kondisi resort tutup total selama masa konstruksi. Range masa proyek diberikan untuk mengantisipasi adanya cuaca yang kurang kondusif seperti hujan atau air pasang yang berpotensi menghambat kelancaran tukang bekerja secara optimal. 


Menutup resort selama 9-12 bulan tentunya membawa risiko yang akan berdampak multi dimensi terhadap bisnis, seperti:

  • Kerugian finansial. Selama resort tutup, tidak ada pemasukan dari tamu. Padahal, biaya tetap seperti gaji staf inti, perawatan bangunan, pajak, dan listrik tetap harus dibayar setiap bulan.

  • Kehilangan talenta terbaik dimana bisnis harus memulai dari nol kembali untuk merekrut, onboarding, dan pelatihan ketika resort kembali operasional setelah renovasi akan memakan waktu dan biaya yang besar terutama untuk bisnis hospitality.

  • Kehilangan pasar dan reputasi brand yang sudah dibangun sejak lama tidak bisa dihindari karena dalam 12 bulan, pelanggan dan mitra akan menemukan alternatif. Ini akan berdampak terhadap performa resort untuk jangka panjang.

  • Turunnya peringkat di platform daring. OTA (seperti Booking.com dan Agoda), Google Maps, dan TripAdvisor menurunkan peringkat bisnis yang tidak aktif, sehingga resort harus berjuang lagi mendapatkan visibilitas saat buka kembali.


Apa Tantangan untuk AMODA dalam proyek renovasi Murex Bangka Resort?

  1. Resort harus tetap operasional & mengutamakan kenyamanan pengunjung

    Murex Bangka Resort hanya mengizinkan pekerjaan di lokasi proyek selama 5 jam per hari, saat tamu sedang menyelam. Hal ini menjadi tantangan utama dari klien karena ingin tetap menjaga revenue dan tidak membatalkan reservasi yang sudah masuk. Kontraktor konvensional tidak bisa memenuhi syarat ini karena pengecoran beton, mesin pengaduk, dan pemotongan besi menimbulkan bising dan debu, sedangkan pengecoran tidak bisa dihentikan di tengah jalan. Hal ini akan menimbulkan komplain dari tamu apabila area resort berisik dan terlihat kotor, Murex menginginkan area proyek harus dijaga tetap bersih dan minim debu untuk kenyamanan tamu.


  2. Lokasi & akses ke pulau terpencil

    Pulau Bangka tidak terhubung dengan daratan Sulawesi, dengan metode konvensional, semen, besi, dan bata harus diseberangkan dari Pelabuhan Bitung sejauh sekitar 50 km dengan kapal kayu motor atau ponton yang ditarik kapal tunda. Jika ombak tinggi atau cuaca sedang kurang kondusif, kapal batal berangkat dan pekerja di lokasi berpotensi menganggur. Faktor eksternal seperti cuaca dan akses menjadi hambatan yang berpotensi besar mengakibatkan durasi renovasi yang sulit diprediksi. Sedangkan bahan material seperti semen, pasir, dan besi untuk konstruksi konvensional terlalu berat dan banyak, sehingga harus diangkut ponton dari Pelabuhan Bitung. Rute Likupang empat kali lebih pendek, dengan waktu tempuh 1–1,5 jam, bukan 3,5–4,5 jam.


  3. Material Tahan Cuaca Ekstrem & Air Laut

    Area pesisir pantai memiliki kelembaban tinggi dan paparan udara garam laut yang sangat korosif. Material konvensional seperti bata merah dan besi standar cepat lapuk dan memerlukan pemeliharaan ekstra untuk kedepannya. Murex juga meminta material yang tahan terhadap udara laut yang korosif namun tetap menjaga estetika desain tropikal yang sudah menjadi ciri khas resort mereka.


Dampak solusi modular AMODA untuk keberlangsungan bisnis

AMODA berhasil menyelesaikan proyek Murex Bangka Resort dalam 62 hari, atau 77–83% lebih cepat. Riset McKinsey & Company mencatat konstruksi modular umumnya memangkas jadwal proyek 20–50% (McKinsey, 2019). Selisih di Murex Bangka Resort bisa lebih besar dari standar industri karena hampir seluruh pekerjaan dipindahkan ke pabrik. Alhasil Murex Bangka Resort berhasil melakukan renovasi total tanpa ada penutupan operasional resort.

Perbanding durasi pembangunan konvensional dan modular


AMODA memakai ErgaHuts, bangunan modular siap rakit untuk usaha perhotelan, dengan lima langkah kunci:

  1. Pemilihan material yang tahan korosi

    Rangka baja ringan berlapis AZ200 yang tahan korosi dan panel bangunan diproduksi di pabrik AMODA di Karawaci, Tangerang. Finishing -nya disesuaikan dengan desain tropis khas Murex. 

  2. Minimalisir pekerjaan on-site, produksi material di pabrik
    Tim AMODA melakukan perencanaan dengan memaksimalkan produksi komponen di pabrik dengan kondisi siap menghadapi tantangan logistik ke Pulau Bangka dan siap dirakit cepat di site. Dengan meminimalisir pekerjaan on-site, AMODA dapat menekan durasi pekerjaan dan menjaga kebersihan area proyek untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

  3. Jalur alternatif melalui Likupang
    AMODA mengubah titik berangkat dari Pelabuhan Bitung ke Pelabuhan Likupang. Durasi pengiriman dapat diminimalisir dari 4,5 jam menjadi 30 menit saja. Semua komponen dikemas datar (flatpack), dibawa dengan truk ke dermaga Likupang, lalu diseberangkan sekitar 13 km ke Pulau Bangka. Rute ini bisa dipakai karena komponen modular sudah jadi dari pabrik, ringkas, dan cukup diangkut kapal kayu kecil. Hal ini menjadi krusial mengurangi risiko keterlambatan karena faktor cuaca dan risiko logistik.

  4. Konstruksi kering
    Finishing dilakukan tanpa memerlukan konstruksi basah dan memakai perkakas listrik yang tidak bising sehingga presisi, tenang, dan bersih dalam 5 jam kerja harian untuk menjaga kenyamanan tamu selama durasi pembangunan.

  5. Perencanaan dengan pembongkaran bertahap
    Untuk menjaga resort tetap operasional, tim AMODA dan Murex sepakat untuk melakukan renovasi bertahap sambil memastikan tetap ada cottage yang beroperasi selama durasi pekerjaan. Hal ini menjamin ada cottage yang tersedia untuk reservasi sambil mengejar timeline renovasi.


Berapa omzet yang terselamatkan karena beralih ke konstruksi modular bersama AMODA?

Jika memakai kontraktor konvensional, Murex harus menutup resort selama 9–12 bulan tanpa  pemasukan sama sekali. Dengan bangunan modular AMODA, resort tetap buka selama renovasi. Tamu terus menginap di 12 cottage, dan 3 cottage baru sudah bisa disewakan setelah 62 hari.

Tabel berikut membandingkan total pendapatan Murex selama 12 bulan untuk ketiga skenario:


Selisih total pendapatan di tabel adalah omzet yang terselamatkan dengan memilih konstruksi modular AMODA:

  • Dibandingkan konvensional 9 bulan: Rp13,5 miliar − Rp3,6 miliar = Rp9,9 miliar

  • Dibandingkan konvensional 12 bulan: Rp13,5 miliar − Rp0 = Rp13,5 miliar


Selisih ini adalah pendapatan yang tetap masuk bersama AMODA selama kontraktor konvensional masih membangun. Setelah konvensional selesai, kedua skenario sama-sama punya pemasukan, sehingga perbedaannya hanya terjadi di masa pembangunan. Simulasi memakai tingkat hunian 80% dan tarif resmi rata-rata Rp3,2 juta per malam. Angka belum dikurangi komisi agen perjalanan dan biaya operasional.

Murex membuktikan bahwa resort di pulau terpencil dapat dibangun ulang tanpa berhenti beroperasi. Dengan bangunan modular, pekerjaan berat dipindahkan ke pabrik, pengiriman dipersingkat, dan perakitan di lokasi tidak mengganggu tamu. Konsultasikan rencana proyek atau renovasi properti Anda bersama tim AMODA.

Konsultasi sekarang








Tag:

Whatsapp
X
Facebook
Telegram
Link

Explore More Articles Now

Explore More
Articles Now

Explore More Articles Now

Explore More
Articles Now

Explore More Articles Now

Explore More
Articles Now
Build Better Ready Faster

PT Ada Untuk Dunia

High quality construction solutions for modern businesses and individuals.

Build Better Ready Faster

PT Ada Untuk Dunia

High quality construction solutions for modern businesses and individuals.

Build Better Ready Faster

PT Ada Untuk Dunia

High quality construction solutions for modern businesses and individuals.