Toilet Modular vs Toilet Portable: Mana yang Tepat untuk Proyek, Tambang, dan Tempat Wisata?
Business Inspo

Di lokasi proyek, site tambang, dan tempat wisata alam, toilet sering jadi masalah karena belum ada saluran air dan pembuangan limbah. Padahal fasilitas ini wajib, dan jumlahnya bertambah seiring jumlah pekerja atau pengunjung.
Pilihannya biasanya dua: menyewa toilet portable atau membeli toilet modular. Keduanya sama-sama bisa dipindah, tetapi biaya, kenyamanan, dan umur pakainya sangat berbeda, terutama bila dipakai berbulan-bulan.
Berapa Banyak Toilet yang Dibutuhkan?
Untuk tempat kerja, Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 mengatur jumlah kakus berdasarkan jumlah pekerja, dan toilet pria dan wanita harus dipisah:
Jumlah pekerja | Jumlah toilet minimal |
1-15 orang | 1 |
16-30 orang | 2 |
31-45 orang | 3 |
46-60 orang | 4 |
61-80 orang | 5 |
81-100 orang | 6 |
Setiap tambahan 100 orang | Tambah 6 |
Artinya, proyek dengan 300 pekerja butuh sedikitnya 18 toilet. Di tempat wisata, jumlahnya mengikuti puncak kunjungan, misalnya akhir pekan dan musim libur.
Selain jumlah, ukuran toilet umum juga menentukan kenyamanan. Bilik yang terlalu sempit, tanpa wastafel dan lampu, membuat pengguna enggan memakainya. Akibatnya, area di sekitarnya cepat kotor.


Toilet Portable atau Toilet Modular?
Kriteria | Toilet portable (sewa) | Toilet modular AMODA (beli) |
Kapasitas | Satu bilik per unit | Beberapa bilik dalam satu unit, bisa dipisah pria dan wanita |
Kenyamanan | Sempit, ventilasi dan pencahayaan terbatas | Luas, terdapat wastafel, lampu, dan ventilasi; bisa ditambah shower |
Sistem limbah | Tangki kimia yang perlu disedot 2-3 kali seminggu | Disambungkan ke septic tank atau biotank |
Biaya | Sewa ±Rp150-300 ribu per unit per hari (±Rp4,5-9 juta per bulan), belum termasuk kebersihan | Beli sekali, ±Rp135-162 juta untuk unit 6 bilik (±15-18 m²) |
Umur pakai | Milik penyedia sewa, bukan aset Anda | Bertahun-tahun, bisa dipakai dari proyek ke proyek |
Cocok untuk | Acara dan pekerjaan beberapa hari sampai beberapa minggu | Pemakaian berbulan-bulan sampai bertahun-tahun |
Kelebihan | Tanpa modal awal; cepat dikirim | Nyaman; menjadi aset; tanpa sewa bulanan; bisa dipindah |
Kekurangan | Biaya sewa terus berjalan; perlu penyedotan rutin | Modal awal lebih besar; perlu sambungan air dan limbah serta akses jalan untuk pengiriman |
Singkatnya, toilet portable cocok untuk kebutuhan singkat seperti acara atau pekerjaan beberapa minggu. Untuk proyek, tambang, atau tempat wisata yang beroperasi berbulan-bulan, toilet modular lebih hemat dan jauh lebih nyaman bagi pengguna.
Kalkulasi Sewa vs Beli
Contohnya, sebuah proyek dengan 100 pekerja berjalan selama 12 bulan dan butuh 6 toilet.
Sewa 6 toilet portable | Toilet modular 6 bilik | |
Biaya awal | Tidak ada | ±Rp135-162 juta |
Biaya per bulan | ±Rp27-54 juta | Perawatan rutin |
Total 12 bulan | ±Rp324-648 juta | ±Rp135-162 juta + perawatan |
Setelah proyek selesai | Unit dikembalikan | Unit dibawa ke proyek berikutnya |
Dengan harga sewa toilet portable di atas, biaya membeli toilet modular sudah tertutup dalam sekitar 3-6 bulan. Setelah itu, setiap bulan pemakaian berikutnya praktis menjadi penghematan, apalagi bila unitnya dipakai lagi di proyek lain.
Kebutuhan di Lokasi Terpencil
Di site tambang atau kawasan wisata yang jauh dari kota, perhatikan empat hal:
Sumber air bersih: dari sumur, tandon, atau pasokan truk air.
Pengolahan limbah: septic tank atau biotank, agar limbah tidak mencemari lingkungan.
Listrik: untuk lampu dan pompa air.
Akses jalan: cukup untuk truk pengangkut unit.
Toilet modular dibuat di pabrik dan dikirim dalam kondisi jadi. Di lokasi, unit tinggal diletakkan dan disambungkan ke utilitas, sehingga pekerjaan di lapangan jauh lebih singkat. Saat proyek selesai, unit bisa diangkut ke lokasi berikutnya.
Contoh Pemakaian per Industri
Proyek konstruksi dan infrastruktur: toilet pekerja yang dipindah dari satu proyek ke proyek berikutnya.
Site tambang dan migas: fasilitas sanitasi di area mess dan kantor lapangan
Tempat wisata dan glamping: toilet umum yang bersih dan menyatu dengan desain kawasan.
Area publik: taman kota, terminal, dan area parkir yang butuh toilet umum permanen tapi cepat dipasang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga sewa toilet portable? Untuk tipe standar, harga sewa toilet portable di Jakarta sekitar Rp150-300 ribu per unit per hari, belum termasuk biaya kebersihan dan pengiriman ke luar kota. Untuk proyek berbulan-bulan, biayanya bisa mencapai Rp4,5-9 juta per unit per bulan.
Berapa jumlah toilet untuk proyek dengan 50 pekerja? Sedikitnya 4 toilet, dipisah antara pria dan wanita.
Siap Menyediakan Toilet untuk Kenyamanan Bersama?
Fasilitas sanitasi yang baik membuat pekerja lebih sehat dan pengunjung lebih betah. Konsultasikan kebutuhan toilet modular untuk proyek, tambang, atau tempat wisata Anda dengan tim AMODA.
Tag:
Tertarik Baca Artikel Lainnya?

AMODA Case Study: Renovasi Resort di Pulau Terpencil Tanpa Hentikan Operasional Bisnis
Business Inspo

Berencana Bangun Lapangan Padel, Tenis, hingga Mini Soccer? Rahasia Membangun Venue Agar Cepat Balik Modal
Business Inspo

Pos Satpam Modular: Ukuran, Desain Minimalis, dan Biaya untuk Bisnis
Business Inspo








